TANGERANG SELATAN – Kim Kardashian mengungkap kabar mengejutkan tentang kondisi kesehatannya. Dalam episode perdana musim terbaru reality show The Kardashians, ia menceritakan bahwa dirinya didiagnosis mengidap aneurisma otak.
“Ada seperti aneurisma kecil,” kata Kim, dikutip dari Page Six.
Bintang reality show itu juga mengaku sempat mengalami tekanan dan kecemasan berat selama proses diagnosis, yang akhirnya memicu kambuhnya psoriasis, penyakit kulit kronis yang selama ini berhasil ia kendalikan.
Pengakuan Kim sontak menarik perhatian publik terhadap penyakit aneurisma otak, kondisi yang sering kali tak terdeteksi namun bisa berakibat fatal.
Apa Itu Aneurisma Otak?
Aneurisma otak terjadi ketika pembuluh darah di otak melemah dan membengkak seperti balon. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan darah yang meregangkan dinding arteri yang rapuh. Aneurisma bisa muncul di berbagai bagian tubuh, namun yang terjadi di otak disebut cerebral aneurysm.
Menurut para ahli, aneurisma otak sebenarnya cukup umum mempengaruhi sekitar 1 dari 50 orang dan banyak kasus tidak menimbulkan gejala sehingga tak terdeteksi. Tidak semua penderitanya memerlukan pengobatan.
“Lebih umum dari yang Anda kira,” ujar Dr. Nina Moore, ahli bedah saraf di Cleveland Clinic.
Siapa yang Berisiko?
Aneurisma otak lebih sering dialami perempuan, terutama setelah menopause. Umumnya, kondisi ini menyerang orang dewasa berusia 30–60 tahun.
Faktor risikonya antara lain:
-
Riwayat aneurisma dalam keluarga
-
Tekanan darah tinggi
-
Kebiasaan merokok
-
Peradangan pembuluh darah
“Faktor risiko yang paling mudah dijelaskan meliputi predisposisi genetik, tekanan darah tinggi, merokok, dan peradangan,” jelas Dr. Laura Stein, profesor madya neurologi.
Risiko Pecahnya Aneurisma
Jika aneurisma otak pecah, dampaknya bisa sangat serius: menyebabkan stroke, kerusakan otak permanen, koma, bahkan kematian. Pecahnya aneurisma biasanya disertai rasa sakit kepala yang luar biasa dan tiba-tiba.
Pilihan Pengobatan
Penanganan aneurisma otak bergantung pada ukuran dan risikonya. Tindakan medis seperti clipping atau coiling sering digunakan untuk mencegah pecahnya aneurisma atau menghentikan perdarahan bila sudah terjadi. Setelah itu, pasien mungkin memerlukan pengobatan tambahan dan fisioterapi untuk memulihkan fungsi tubuh yang terganggu.






