TANGSELMETRO – Sejumlah orang tua murid SDN Babakan 01 menyampaikan keberatan terhadap rencana kegiatan wisata edukasi yang dijadwalkan pada September 2026. Keberatan terutama berkaitan dengan waktu pelaksanaan dan biaya yang harus dikeluarkan orang tua setelah sebelumnya menghadapi berbagai kebutuhan pada awal tahun ajaran baru.
Salah satu orang tua murid berinisial SL mengatakan dirinya memiliki dua anak yang bersekolah di SDN Babakan 01. Ia juga berencana mendampingi kedua anaknya dalam kegiatan tersebut.
“Anak saya dua, sama saya ikut mendampingi itu sudah Rp1 juta lebih. Sementara cari uang lagi sulit,” ujar SL saat diwawancarai.
Menurut SL, sejumlah orang tua telah menyampaikan keberatan agar kegiatan tersebut tidak dilaksanakan pada September. Namun, kegiatan tetap direncanakan pada bulan tersebut.
Ia mempertanyakan alasan penetapan jadwal yang mengikuti ketersediaan biro perjalanan atau travel.
“Kenapa harus di bulan September dengan alasan mengikuti jadwal travel ini? Kenapa harus mengikuti jadwal travel, memangnya travel cuma satu?” kata SL.
Rincian Kegiatan dan Biaya
Berdasarkan informasi yang disampaikan, kegiatan untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 dijadwalkan berangkat pada 29 September 2026 dengan tujuan The Jungle.
Biaya yang dikenakan sebesar Rp375.000 per siswa, sementara pendamping dikenakan biaya Rp350.000. Untuk orang tua yang membawa anak usia 1 hingga 4 tahun, terdapat biaya tambahan sebesar Rp200.000.
Sementara siswa kelas 4 dan 5 dijadwalkan mengikuti kegiatan pada 1 Oktober 2026, dengan sejumlah tujuan wisata edukasi, di antaranya Balai Kirti, Museum Peta, dan MiniMania Puncak. Biaya yang tercantum untuk siswa juga sebesar Rp375.000.
Besaran biaya tersebut menjadi perhatian sebagian orang tua, terutama karena kegiatan berlangsung tidak lama setelah dimulainya tahun ajaran baru.
Sekolah Siapkan Skema Bantuan
Plt. Kepala SDN Babakan 01, H. Adi Jahudi, membenarkan adanya program kegiatan yang melibatkan partisipasi siswa dan orang tua.
Adi mengatakan sekolah berupaya agar seluruh murid tetap dapat mengikuti kegiatan. Bagi orang tua yang mengalami kendala biaya, sekolah akan mengupayakan bantuan.
“Kalau orang tua yang berat, kita bantu. Kita itu buat program agar semua murid bisa melaksanakan program tersebut,” ujar Adi.
Menurut dia, sekolah tidak bermaksud membebani orang tua. Bagi keluarga yang terdampak secara finansial, akan diupayakan solusi agar anak tetap dapat mengikuti kegiatan.
Adi juga menyebut terdapat kemungkinan skema keringanan biaya melalui kerja sama dengan penyedia perjalanan, termasuk pemberian potongan harga apabila jumlah peserta dalam satu rombongan cukup banyak.
“Misalnya semua ibu mau ikut, ya sudah diskon,” katanya.
Sekolah Jelaskan Pertimbangan Waktu
Terkait pelaksanaan kegiatan pada September, Adi menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan yang membutuhkan partisipasi siswa maupun orang tua memang direncanakan pada semester pertama.
Menurutnya, sekolah memiliki pertimbangan dalam menyusun agenda kegiatan agar semester berikutnya dapat lebih difokuskan pada kegiatan akademik dan kebutuhan pembelajaran siswa.
Adi juga menyampaikan bahwa penjadwalan kegiatan berkaitan dengan ketersediaan waktu dari pihak travel yang menjadi penyedia perjalanan.
Adapun jumlah peserta yang disebut dalam wawancara mencapai sekitar 300 orang.
Meski demikian, keberatan orang tua masih menjadi perhatian karena kegiatan tersebut membutuhkan biaya tambahan bagi keluarga, khususnya mereka yang memiliki lebih dari satu anak di sekolah.
Kondisi ini membuat komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi penting agar pelaksanaan kegiatan dapat mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga sekaligus memastikan tujuan kegiatan bagi siswa tetap tercapai.






