Sinar Mas Land dan Sumitomo Forestry Kembangkan Kota Wisata Ecovia, Township Hijau di Cibubur

Foto: Dok. Sinar Mas Land

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan populasi di kawasan sub-urban Jakarta terus mendorong tingginya permintaan hunian berkualitas. Menjawab kebutuhan tersebut, Sinar Mas Land menggandeng pengembang asal Jepang, Sumitomo Forestry, untuk menghadirkan Kota Wisata Ecovia, kawasan township seluas 156,5 hektare yang menjadi bagian dari pengembangan Kota Wisata Cibubur.

Sejak dikembangkan pada 1996, Kota Wisata Cibubur telah menjual lebih dari 11.800 unit hunian dan komersial di lahan seluas ±750 hektare. Melanjutkan kesuksesan tersebut, Sinar Mas Land kini memperluas kawasan melalui proyek Kota Wisata Ecovia yang dirancang berkonsep hijau dan berkelanjutan.

Kawasan ini akan menghadirkan sekitar 4.500 unit hunian tapak serta 375 unit ruko dan kavling komersial yang dilengkapi dengan fasilitas komunitas, olahraga, pendidikan, dan penunjang lainnya. Nama “Ecovia” berasal dari gabungan kata Eco (lingkungan) dan Via (jalan), yang melambangkan perjalanan menuju gaya hidup hijau dan berkelanjutan.

Klaster Perdana: Orlens di Distrik Bravera

Kota Wisata Ecovia terdiri atas tiga distrik, dengan distrik pertama bernama Bravera. Klaster perdana yang diluncurkan adalah Orlens, yang mengusung desain tata ruang fungsional dan fasad bergaya modern tropis.

CEO Residential National Sinar Mas Land, Prasetijo Tanumihardja, menyampaikan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis antara Sinar Mas Land dan Sumitomo Forestry dalam pengembangan Kota Wisata Ecovia yang mencerminkan visi bersama menghadirkan hunian nyaman, berkelanjutan, dan berkualitas,” ujarnya.

Klaster Orlens ditawarkan mulai Rp1,8 miliar hingga Rp3,1 miliar, dengan tiga tipe unit:

Tipe 6 (LT 72 m²/LB 89 m²)

Tipe 7 (LT 98 m²/LB 122 m²)

Tipe 8 (LT 128 m²/LB 165 m²)

Hunian ini dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang gaya hidup sehat, seperti ruang terbuka hijau, promenade, jalur sepeda, jogging track, outdoor playground, hingga lapangan basket dan city park. Sistem keamanan menggunakan one gate system dengan pengawasan CCTV 24 jam.

Dukungan Teknologi Hijau dari Jepang

Presiden Direktur PT Sumitomo Forestry Indonesia, Fumihide Nakatsu, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Sumitomo Forestry dalam pengembangan kota mandiri di Asia.

“Kami akan menghadirkan standar manajemen konstruksi tinggi dan menggunakan material kayu ramah lingkungan. Proyek ini juga ditargetkan meraih sertifikasi Green Building Council Indonesia (GBCI) dan EDGE, sebagai wujud komitmen terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon,” ungkapnya.

Sumitomo Forestry juga berencana memperluas penerapan teknologi konstruksi hijau di Indonesia, menciptakan kawasan yang selaras dengan alam serta mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon.

Akses Strategis dan Fasilitas Lengkap

Dengan tagline “Embracing Nature, Better Future,” Kota Wisata Ecovia menghadirkan tiga kawasan utama yang saling terhubung:

Kawasan well-being, dengan fasilitas gaya hidup sehat seperti walkable street, city park, sport center, dan sistem keamanan 24 jam.

Kawasan urban lifestyle, dengan kehadiran mal, co-working space, kafe, community plaza, dan area komersial.

Kawasan hunian hijau, lengkap dengan taman bermain, community garden, lapangan olahraga, pocket park, dan family club.

Secara aksesibilitas, kawasan ini dapat dijangkau melalui Tol Jagorawi, Tol JORR 1 via Jatiasih, dan Tol JORR 2 yang terkoneksi dengan Tol Cinere–Jagorawi serta Tol Jakarta–Cikampek. Selain kendaraan pribadi, warga juga dapat memanfaatkan LRT Jabodebek rute Cibubur–Cawang–Dukuh Atas, serta layanan shuttle bus Kota Wisata dengan rute ke sejumlah titik strategis Jakarta seperti Sudirman, Senayan, Semanggi, Grogol, hingga ITC Mangga Dua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *