Batik “Ming Galih Gaya” Jadi Juara, Angkat Akulturasi Tiga Budaya di Tangsel

Foto: Pemkot Tangsel

TANGSELMETRO– Meski demikian, ia mengaku memiliki keyakinan terhadap konsep dan desain yang dibuatnya karena seluruh unsur dalam karyanya berupaya menggambarkan identitas Tangerang Selatan.

“Saya tidak mengira sama sekali, tapi saya percaya dengan desain yang saya buat. Saya curahkan semuanya tentang Tangerang Selatan dalam desain saya. Alhamdulillah diapresiasi sebagai juara satu,” ujar Gilang.

Bacaan Lainnya

Dalam karyanya, Gilang mengangkat konsep akulturasi budaya yang berkembang di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Ia memadukan unsur Betawi, Sunda, dan Tionghoa karena ketiga budaya tersebut memiliki pengaruh dalam perjalanan dan perkembangan masyarakat di wilayah Tangerang.

“Saya mengangkat akulturasi tiga budaya, yaitu Betawi, Sunda, dan Tionghoa. Dari kekuatan tiga budaya yang berakulturasi inilah saya mencoba mengangkatnya ke dalam desain,” kata dia.

Gilang memberi nama desain batiknya “Ming Galih Gaya”. Nama tersebut diambil dari tiga bahasa yang merepresentasikan tiga unsur budaya dalam karyanya.

“Ming dari Mandarin Klasik, Galih dari bahasa Sunda halus, dan Gaya dari bahasa Betawi. Ketiganya juga merepresentasikan motto Kota Tangerang Selatan, yaitu Cerdas, Modern, dan Religius,” jelasnya.

Ke depan, Gilang berharap dapat terus berkarya dan menghadirkan berbagai gagasan baru. Ia juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengembangan karya kreatif dan budaya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas penyelenggaraan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan karena telah memberdayai karya saya menjadi juara satu. Saya berharap karya ini bisa berkenan, bermanfaat, dan menjadi salah satu identitas Kota Tangerang Selatan,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *