Kemarau Meluas, BPBD Banten Tetapkan Pandeglang hingga Tangsel Masuk Wilayah Rawan Kekeringan

Penyaluran air bersih oleh BPBD kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Foto: BPBD Banten

PANDEGLANG– Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Provinsi Banten. Warga di Kecamatan Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dilaporkan mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih sejak pekan kedua Juli 2026.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBDPK Pandeglang, distribusi 5.000 liter air bersih telah dilakukan pada 12 Juli 2026 kepada warga Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang. Penyaluran bantuan air bersih terus dilanjutkan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Pandeglang serta daerah lain di Provinsi Banten yang mulai mengalami krisis air.

Bacaan Lainnya

BPBD Provinsi Banten pun menetapkan prioritas penanganan dampak kekeringan menjadi dua kategori.

Prioritas 1 meliputi Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang.

Sementara Prioritas 2 mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Delapan Daerah Berpotensi Terdampak

Berdasarkan pemetaan BPBD Provinsi Banten, delapan kabupaten dan kota diperkirakan terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan potensi dampak terbesar, yakni 16 kecamatan dengan sekitar 11.000 jiwa berpotensi terdampak dan estimasi kebutuhan air bersih mencapai 165.000 liter.

Kabupaten Tangerang diperkirakan mengalami dampak di 12 kecamatan dengan sekitar 8.500 jiwa membutuhkan pasokan sekitar 127.500 liter air bersih.

Kabupaten Pandeglang diproyeksikan terdampak di tujuh kecamatan dengan sekitar 7.500 jiwa membutuhkan 112.500 liter air.

Kabupaten Serang diperkirakan terdampak di 10 kecamatan dengan sekitar 7.000 jiwa dan kebutuhan air mencapai 105.000 liter.

Sementara itu, Kota Tangerang diperkirakan memiliki empat kecamatan terdampak dengan sekitar 3.000 jiwa, sedangkan Kota Serang diproyeksikan dua kecamatan dengan sekitar 1.250 jiwa, Kota Cilegon dua kecamatan dengan sekitar 1.000 jiwa, dan Kota Tangerang Selatan satu kecamatan dengan potensi 750 jiwa terdampak serta kebutuhan air sekitar 11.250 liter.

BMKG Prediksi Kemarau Berlangsung hingga Oktober

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino dan berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.

Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, menjelaskan El Nino menyebabkan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sehingga curah hujan di Indonesia, termasuk Banten, berkurang.

“Hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampaknya. Namun wilayah Banten Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan,” ujarnya dalam talkshow Diskominfo SP Banten pada Juni lalu.

BMKG juga akan terus memperbarui informasi perkembangan musim berdasarkan dinamika atmosfer terkini melalui kanal resmi media sosial @bmkgwilayah2.

BPBD Siapkan Satgas dan Modifikasi Cuaca

Mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas, BPBD Provinsi Banten telah membentuk satuan tugas (satgas) dan memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari Kementerian Kehutanan, Polda Banten, pemerintah kabupaten/kota hingga perguruan tinggi.

Apabila kondisi kekeringan berkembang menjadi ekstrem, BPBD akan berkoordinasi dengan BNPB, TNI Angkatan Udara, BPBD DKI Jakarta, dan BPBD Jawa Barat untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna membantu meningkatkan peluang hujan.

Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, membutuhkan distribusi air, atau menemukan kebakaran lahan dan hutan diimbau segera melaporkannya kepada BPBD di wilayah masing-masing atau menghubungi BPBD Provinsi Banten di nomor 0851-1781-4505 agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *