TANGSELMETRO– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA untuk mempersiapkan diri dengan strategi 3M, yakni menguasai materi, mengatur waktu pengerjaan soal, dan membangun mental percaya diri.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan TKA gelombang pertama hari pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (26/10/2026).
“Pertama, dikuasai materi. Kedua, manajemen waktu. Karena sering mereka manajemen waktunya kurang bagus. Yang ketiga, mental,” kata Mu’ti.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengandalkan doa ketika menghadapi tes. Persiapan melalui belajar secara teratur, istirahat yang cukup, serta strategi pengerjaan soal juga diperlukan agar peserta dapat mengikuti ujian secara optimal.
Menurut Mu’ti, kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan siswa. Peserta harus mampu membagi waktu pengerjaan secara efektif agar tidak terlalu lama terpaku pada satu soal.
Selain penguasaan materi dan manajemen waktu, kesiapan mental turut berperan dalam membantu siswa mengerjakan soal dengan tenang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
TKA Menggunakan Pendekatan HOTS
Mu’ti menjelaskan, TKA menggunakan pendekatan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher-order thinking skills (HOTS). Pendekatan ini menekankan kemampuan siswa dalam memahami informasi, menganalisis persoalan, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.
Karena itu, siswa perlu memahami konsep pelajaran dan melatih kemampuan penalaran, bukan sekadar menghafal materi.
Meski demikian, Mu’ti mengingatkan peserta agar tidak merasa terbebani oleh tuntutan hasil yang berlebihan. Ia menegaskan bahwa hasil TKA yang tidak sesuai harapan bukan berarti menutup kesempatan siswa untuk berkembang.
“Tapi, kalau nanti hasil tesnya itu tidak sebagaimana diharapkan, itu bukan hasil segalanya. Masih ada waktu untuk mereka memperbaiki dan itu juga tidak menjadi penentu kelulusan,” ujar Mu’ti.
Orang Tua Diminta Tidak Membebani Anak
Mu’ti juga mengingatkan orang tua agar tidak menetapkan target hasil yang tidak sesuai dengan kemampuan anak. Tekanan berlebihan berpotensi membuat siswa merasa cemas ketika menghadapi tes.
Sebaliknya, orang tua diharapkan memberikan dukungan, motivasi, dan keyakinan agar anak dapat mengikuti TKA dengan tenang.
Dukungan keluarga, persiapan akademik, serta pengelolaan waktu dan emosi diharapkan membantu siswa menghadapi tes tanpa tekanan berlebihan.
Melalui strategi 3M tersebut, siswa diharapkan dapat mengikuti TKA dengan lebih percaya diri dan menjadikan hasil tes sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan akademik pada masa mendatang.
Siswa SMAN 3 Tangsel Persiapkan TKA Sejak Jauh Hari
Salah seorang peserta TKA gelombang pertama di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Annisa, mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk menghadapi tes tersebut. Siswi jurusan IPA itu melakukan persiapan, baik dari sisi penguasaan materi maupun kesiapan mental.
Annisa mengatakan, persiapan yang dilakukan sejak awal diharapkan membantunya menjalani TKA dengan lebih percaya diri. Ia juga berharap hasil tes yang diperoleh tahun ini sesuai dengan harapannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Annisa berencana melanjutkan kuliah di bidang ilmu gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Karena itu, hasil TKA menjadi salah satu hal yang ia harapkan dapat mendukung langkahnya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.






